• 23

    Aug

    Hidup Memang Seperti Itu

    Ketika kita masuk ke sebuah pusat perbelanjaan, atau sebut saja pasar. Mata mulai melirik ke kiri dan ke kanan. Hati kecil terus berbisik, alangkah bahagianya kalau seisi pasar akan kita beli semuanya. Barang-barang yang merayu hati, akan kita bawa ke rumah. Kalau perlu berikut etalase dan meja-mejanya. Pelayannya yang cantik-cantik, mau tinggal di rumah kita? borong dech sekalian. Tapi, kalau kamu nggak pernah punya pikiran kayak tadi, pasti kamu orang yang unik. Kamu udah jadi ahli spiritual yang tinggi, punya iman yang kenceng, sudah melewati batas ma’rifatullah. Dunia , bagi kamu hanya dalam genggaman, layaknya pasir di tepi pantai. Manusia hidup, diberikan cinta dari buah kolaboasi antara nafsu dan akal. Kadang bergeser kepada keinginan-keinginan, kadang bertarung dengan kebut

Author

Follow Me