• 17

    Jul

    Gaun Putih Pengantin

    Sebuah kamar kecil terpisah, dipayungi tenda pada bagian luar. Aku, bersama puluhan orang berpayung dibawah tenda sambil menatap tegak, ke depan. Di sebelahku, ada encang-sebutan Pak De, dan Bu de. Mereka berdua terus bilang, seraya meyakinkan, bahwa pernikahan ini tegolong aneh. Aku sendiri belum mengerti maksud mereka. Hanya pendetatapi saya yakin kalau dia sebenarnya Pastur, yang berbaju hitam-hitam. Dia menjadi penghulu pada pernikahan ini. Pengantin pria, tampak terdiam dengan tuxedo hitam menanti calon pengantin wanita. Tanpa ekpresi. Tidak gembira, tidak pula tersedu. Memang, rasanya ada yang terasa janggal, di tengah kepungan para tamu. Meski pada waktu itu, terus bergolak di hati, tak pernah kudatangi pernikahan selaindengan tata caraIslam. Setelah lama berkubang bingung, akhir

Author

Follow Me