• 16

    Aug

    Kanuragan, Batara Karang, Candi Boko dan Sumber Ngawur; Sebuah Dialog

    “ Siang itu … Aku hanya melihat ini sebagai batu yang sudah tua, lalu ditumpuk oleh orang-orang yang nggak punya kerjaan sama sekali,” ucapku pada Deni. Lain dengan Febri yang bilang, “ ini sangat artistik. Hebat. Dari batu apaan yach? ” Kami hanya berjalan di seputar Candi, dan tak mengerti apa yang seharusnya kami lakukan di tempat itu. Sebagian dari kami ketawa-ketiwi tak jelas. Satu jam kemudian, rombongan mulai keluar dari dari Gapura Candi Boko (bangau). Bubar. Secara tak sadar, setapak demi setapak perjalanan meninggalkan Candi dengan sebatas lambaian tangan tanpa kesan. Itu peristiwa sekitar tahun 2005-an. Saat kami, Keluarga Mahasiswa Jakarta, melepas penat pergi ke atas bukit dan “menemukan” komplek Candi Boko sebagai tempat yang R
- Next

Author

Follow Me