Hidup Memang Seperti Itu

23 Aug 2012

Ketika kita masuk ke sebuah pusat perbelanjaan, atau sebut saja pasar. Mata mulai melirik ke kiri dan ke kanan. Hati kecil terus berbisik, alangkah bahagianya kalau seisi pasar akan kita beli semuanya. Barang-barang yang merayu hati, akan kita bawa ke rumah. Kalau perlu berikut etalase dan meja-mejanya. Pelayannya yang cantik-cantik, mau tinggal di rumah kita? borong dech sekalian. Tapi, kalau kamu nggak pernah punya pikiran kayak tadi, pasti kamu orang yang unik. Kamu udah jadi ahli spiritual yang tinggi, punya iman yang kenceng, sudah melewati batas ma’rifatullah. Dunia , bagi kamu hanya dalam genggaman, layaknya pasir di tepi pantai.

Manusia hidup, diberikan cinta dari buah kolaboasi antara nafsu dan akal. Kadang bergeser kepada keinginan-keinginan, kadang bertarung dengan kebutuhan. Keinginan, sifatnya unlimited, sedangkan kebutuhan bersifat limited. Kebutuhan setiap hari, masih bisa diukur, sedangkan keinginan selalu ada yang baru dan seakan tidak pernah habis. Hidup memang seperti itu. Nggak perlu heran…

Demi kepentingan dirinya sendiri, hanya dengan lidah, menghasut dan memfitnah orang, gampang aja bisa dilakukan. Nasib orang yang difitnah, merana seumur hidup. Padahal… di akhirat, ada istilah “yaumul hisab.” Hidup memang seperti itu. Nggak perlu heran….

Ada kalanya cinta menggelitik hati. Kesungguhan cinta, teruji dengan yang lain. Sadar, dalam hati, bahwa hidup hanya mempersiapkan untuk kematian. Tapi… ujian datang tak semudah kita bicara. Ada banyak orang yang diluar sana, putus asa hanya soal kekasih hati, soal perut, soal jabatan, duit. Jadi lupa dech soal tempat kembali. Hidup memang seperti itu. Nggak perlu heran….

Tahun ini ada beberapa rekan yang protes soal keadaan ummat. Mereka “kecewa” melihat orang-orang yang berilmu—terutama ilmu agama—tapi kelakuan sama saja dengan orang awam. Ada juga yang sudah dibujuk untuk menutup aurat, masih aja selalu bilang jilbabin hatinya dulu. Hidup memang seperti itu. Nggak perlu heran…

Ada lagu yang menarik..

// Soulmate //

Ketika engkau datang
Mengapa di saat ku
Tak mungkin menggapaimu

Meskipun tlah kau semaikan cinta
Dibalik senyuman indah
Kau jadikan seakan nyata
Seolah kau belahan jiwa

Meskipun tak mungkin lagi
Tuk menjadi pasanganku
Namun ku yakini cinta
Kau kekasih hati

Terkadang pintu surga
Sukar dimengerti
Semua ini kita terlambat

Kamu pasti tanya, kenapa suka lirik lagu jadul tadi ? Hidup memang seperti itu. Nggak perlu heran…

Mengapa hidup kadang hampir tidak pernah sesuai dengan keinginan kita? Hidup memang seperti itu. Nggak perlu heran…


TAGS


-

Author

Follow Me