Acara TV INDIGO

23 Aug 2012

Dari dulu, masih aja belum berubah. Masih nggak suka nonton TV. Kalo TV sudah nyala, acara yang lagi ditonton, pasti dikomentari. Maklum orang purba, yang masih menjadikan TV bukan sebagai sumber informasi. Dari pada nonton bola, mending tarik selimut.

Nah, kali ini ada kebetulan ada acara TV tentang anak-anak indigo di salah satu stasiun TV. Lucunya, pemirsa sudah keburu “di-doktrin,” kalo indigo menjadi sesuatu yang “unik dan luar biasa.” Ada yang bisa interdimensional, dimensional, punya kecerdasan firasat, dll. Dipanggillah salah satu sumber anak yang “diduga” indigo. Ditanyakan soal macem-macem. Terutama soal “alam gaib.” Nara sumber menjawab, kesimpulan diserahkan kepada pemirsa yang sudah dianggap cerdas. Rule model terus berulang seperti itu.

Menurut saya, acara itu kurang sesuai dengan selera pola pikir orang-orang Indonesia. Acara itu, hanya akan menjadi teror bagi para orang tua yang “putus asa” menghadapi ulah bandel anak-anaknya yang susah diatur. Orang tua, cenderung akan men-dewakan anaknya, karena dianggap indigo. Anak yang belum baligh, sukar dibedakan antara indigo dengan “anak bandel” kecuali dari gelombang otaknya. Anak indigo selalu bandel, anak bandel belum tentu indigo.

Ocehan anak indigo, harus selalu dipahami sebagai “informasi.” Nah, informasi ini harusnya, hanya ditujukan untuk dirinya sendiri. Jika “dibuang” ke publik, tentu selalu membingungkan. Secara fakta, jika harus dibuktikan, bukan hanya dicocok-cocokkan saja. Biar bagaimana pun, raja manusia adalah hati. Hati orang indigo, siapa yang paham? Buat saya, orang indigo lahir ke dunia, disuruh untuk banyak tau sekaligus banyak diem—tutup mulut. Sesekali boleh juga sih, curhat sana-sini.

Sisi lain yang positif, dalam dunia parenting, acara indigo di TV bisa jadi catatan khusus untuk para orang tua. Kebutuhan untuk “didengarkan” akan menempatkan posisi anak indigo, sebagai anak yang “berkebutuhan khusus” namun secara fisik bukan anak cacat. Menjadi penting untuk memberikan ruang dan menyamakan hak untuk mereka, sama seperti anak-anak kecil pada umumnya. Siapa pun tidak patut dilecehkan, siapa pun tidak perlu diistimewakan. Karena semua ini, hanya sebuah pemberian Allah Swt, yang suatu saat akan diambil kembali. Bagaimana menurut kamu soal acara TV anak Indigo?

Wallahu a’lam bi ash-shawab.


TAGS


-

Author

Follow Me