Alasan Anda Menolak Poligami dan Enggan/Takut Menikah?

9 Jun 2011

Sebagai muslimah, saya turut jawab pertanyaan. Kalau ada muslimah yang rela dipoligami, saya tidak punya kuasa apa-apa di sana. Itu rumah tangga mereka. Saya sendiri menolak poligami karena basisnya saja sudah ketidakadilan. Satu pihak dibebaskan melampiaskan nafsunya, sedangkan yang lain harus menahan (ditambah sakit hati pula)? Tidak adil, kan, kata seseorang di yahoo.com

Mengapa kita hanya perlu ikrom (menghargai) pendapat saudara-saudara kita yang berpandangan demikian? Karena sejuta kata tidak akan mengubah wajah pandangan mereka. Dalil aqli dan dalil naqli yang kita utarakan, pasti tidak akan di dengar layaknya panggilan azan. Adzan, semua orang tahu ada yang memaknai secara beragam. Seorang Muslim yang tetap berdiam diri di rumahketika mendengar panggilan itu, memiliki pandangan hanya sebatas masuk waktu sholat. Namun yang lain mengatakan, adzan adalah panggilan untuk segera shalat berjamaah, di mana pun terdengar.

Jadi jelas, jawaban masalah poligami, bukan pada pengetahuan agama. Namun bergulat pada pemahaman atas agama. Pemahaman ini yang membutuhkan keimanan yang lebih. Apakah Nabi Muhammad Saw berpoligami, karena mengejar kepuasan seksual? Dari semua istri beliau, hanya Aisyah rha yang masih perawan. Lalu apakah soal harta menjadi alasan wanita mau dipoligami? Apakah istri-istri Nabi Saw, mau dimadu karena banyaknya harta beliau?

Dalam beragama memang membutuhkan kedalaman akal. Dengan akal, ibadah bernilai. Sama hal nya dengan shalat yang di lakukan oleh anak belum baligh, tidak mungkin setimpal pahala yang didapat, jika dibanding dengan orang tua-nya. Karena anak tadi belum tumbuh akalnya. Bahkan ibadah hanya sebagai latihan, bukan sebagai kewajiban. Jadi silahkan, kalian pergunakan akal dengan cara kalian sendiri.

Yang diinginkan Islam, adalah orang-orang yang menjalankan agama dengan kesadaran. Bukan karena dihipnotis, bukan karena ketidakwarasan, bukan karena kebiasaan khalayak atau perasaan ketidakenakan terhadap ritualitas. Dalam Islam, menikah adalah keinginan [fitrah] bagi manusia. Hasrat seksual, tidak dibiarkan liar hingga melahirkan keturunan-keturunan yang tidak jelas. Dengan cara yang halal-benar, hingga dapat terlihat dari kebanggaan mereka mengakui terhadap siapa pun.

Jika ada suatu agama, yang mengajarkan untuk melajangsebagai jalan pendekatan terhadap Tuhan (kesucian)pasti agama itu keliru. Karena tidak sesuai dengan fitrah. Selama manusia waras, ia pasti memiliki apa yang disebut dengan libido. Kemana libido ini harus tersalur, kalau bukan dengan cara menikah?

Ada pun nikah sirri dan nikah kontrak [mutah], itu budaya yang dibungkus Islam. Dan budaya itu, berasal dari luar Indonesia. Mereka datang dari Gujarat, Iran, dengan membawa nafsu yang dibungkus dengan kepentingan agama. Jadi, jika ada orang asli Indonesia yang menikah dengan anak usia di bawah umur, atau melakukan nikah mutah, pasti orang itu memiliki pandangan budaya orang yang seperti mereka. Dalam perundangan-undangan hukum perkawinan di Indonesia, jelas tidak ada legitimasi corak pernikahan semacam ini.

Kali ini, lihat sebentar di negara tetangga kita, Singapura. Saat ini mereka terancam re-generasi. Banyak perempuan yang menolak untuk hamil, karena mengancam karir, padahal ia sudah menikah. Kasih sayang, dan rasa sepi, dialihkan dengan hewan peliharaan. Remaja di sana tidak mau menikah, karena alasan enggan bertanggungjawab. Sebagian yang lain, menyalurkan hasrat, hanya lewat (maaf ) alat bantu. Akibatnya, angka kelahiran (natalis) di negeri itu sangat rendah. 30 tahun lagi, jika Singapura belum ada perubahan, siapa yang akan memimpin negara itu? Siapa pula yang akan tinggal di sana?

Sehingga kembali kepada judul di atas. Pertanyaan yang saya ajukan adalah:
1. Apa alasan yang membuat poligami begitu menakutkan?
2. Apa pula alasan Anda enggan/takut menikah?
3. Jika Anda takut memiliki anak, mengapa orang tua Anda membiarkan Anda hidup?

Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Kiranya saya mohon maaf, bila ada kekurangan dan kesalahan. Yang benar datang dari Allah Swt, dan yang salah dari nafsu saya sendiri.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Archive