Serigala Jadi Penyebab Hidayah

29 Apr 2011

Dalam suatu Bayan Subuh, KH. Huzairon pernah bercerita;

Pada zaman sahabat Nabi, suatu ketika ada seorang penggembala yang melepas kawanan kambing di padang rumput. Di tempat yang sama, ada serigala memangsa salah satu kambingnya. Tentu saja penggembala mengusir. Dengan izin Allah, serigala itu dapat berbicara. Nada marah serigala berkata, mengapa satu kambing saja rezeki yang Allah berikan hari ini, kamu ambil kembali? Penggembala itu bingung dan malah balik bertanya, Alangkah mengherankan, serigala dapat berbicara? Jawab serigala, Alangkah lebih mengherankan lagi, ada seorang Nabi di Madinah yang bicara tentang hal-hal agama yang ada di langit. Singkat cerita, akhirnya penggembala penasaran, tertarik dengan kata-kata hewan itu, lalu pergi ke kota yang dimaksud. Setelah penggembala bertemu Nabi, ia langsung masuk Islam.
Jadi, menurut Huzairon lagi;
Seekor serigala yang bicara, dapat menjadi asbab hidayah. Apalagi jika yang bicara manusia. Manusia lebih mulia. Sehingga, jangan melihat siapa yang bicara, tapi lihat apa yang dibicarakan.
Subhanallah
***
Karena banyaknya komentar yang diblokir, akhirnya pada postingan ini, penulis perlu menjelaskan beberapa hal. Antara lain, mengapa blog ini terlihat gado-gado? Ada cerpen, ada curhat, ada juga konsultasi dan segala hal yang remeh-temeh lainnya. Masalah ini sangat urgen, terkait dari judul dan yang punya nama. Judul blog ini adalah curahan hati sehingga penulis juga mneyertakan soal curhat. Berita, keadaan terakhir, kegelisahan, risau, dan lain-lain yang merefleksikan soal hati dan perasaan penulis. Sementara yang kedua soal yang punya nama. Nama Maryam Jamilah atau Maryam Jameelah (B. Inggris), adalah sosok yang salehah. Seorang cendekiawan yang gigih berjuang lewat tulisan, baik berupa artikel, cerpen maupun novel. Sehingga, ketika memiliki account dengan nama ini, perlu berhati-hati. Jangan sampai ada kata-kata yang tidak baik, menistakan orang lain, sehingga merusak reputasi maryam jameelah yang asli. Walaupun di era web 2.0 dapat menulis semuanya dan seenaknya, penulis berusaha tidak mau serampangan. Bukankah di Qadli Rabbul Jalil, semua amal manusia akan dipertanggungjawabkan? Dengan setulus hati, penulis memohon dilebarkan pintu maaf seluas mungkin, jika ada yang merasa dianiaya.
Ada pertanyaan menarik lain, siapakah penulis blog ini? Apa ia seorang wanita atau pria, atau bahkan bukan keduanya? Ada beberapa pengunjung yang memberikan komentar dengan nada menyakiti. Penulis blog ini adalah wanita pezina, pelacur. Blog ini sangat berbau mesum katanya. Tersenyumlah saya ketika membaca. Saya adalah seorang laki-laki yang menjadi penulis tunggal. Bukan seorang perempuan penjaja sahwat. Barangkali terbentuk pemahaman demikian, karena sayalayaknya aktormelalui tulisan dapat menjiwai perempuan dengan memberi corak template yang agak romantis. Juga karena soal photo yang berkudung warna pink itu, barangkali. Padahal si manis itu bukan artis, juga bukan siapa-siapa. Ia hanya trik pemasaran yang kebetulan tidak keberatan kecantikannya dipampang. Maha suci Allah yang berikan setetes kecantikan untuknya.
Lalu soal berbau mesum dan porno, penulis agak heran dimana letaknya. Apa komentator itu memahami bahasa dan sastra secara luas? Jika yang mengatakan demikian Putu Wijaya, pasti saya delete blog ini secepatnya. Namun begitu, penulis tetap mendoakan agar yang sudah berkomentar diberikan rezeki yang luas, badan yang sehat, waktu yang luang, sehingga dapat berkomentar lagi. Blog tanpa komentar, nggak seru banget kan
Layaknya Taj Mahal, blog ini sebetulnya sebuah persembahan agung untuk seseorang. Ia sandaran hati yang masih selalu singgah di ujung doa dan harapan. Dari itu, blog ini dapat dikata penuh misteri. Ada kode dan nama-nama tersembunyi. Perlu kecerdasan khusus untuk bisa memahami arah blog secara utuh. Kelak anak perempuan saya tumbuh, dan tahu apa yang selama ini ayahnya pikirkan. Secara umum visi dan misi blog yang diinginkan, pembaca menjadi lebih luas memandang dunia, karena sudah berkorban susah-payah untuk memahami isi tulisan. Harapannya seperti pengantar awal tadi, Seekor serigala yang bicara, dapat menjadi asbab hidayah. Apalagi jika yang bicara manusia. Manusia lebih mulia. Sekalipun ia pelacur, kalau mengajak ketaatan pada Allah, maka perlu didengar juga.
ooOoo
 
Wallahu a’lam bi ash-shawab.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Archive